ANEWSPATRON.COM, BATAM_KEPRI — Mahasiswa Kota Batam sekaligus eks Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAI Ibnu Sina Batam, Abdul Halim, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap langkah tegas Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Bareskrim Polri, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta TNI Angkatan Laut yang berhasil menggagalkan dugaan penyelundupan sekitar 1,3 ton ketamin di perairan Kepulauan Riau.
Menurut Abdul Halim, keberhasilan tersebut merupakan langkah besar dan bentuk nyata keseriusan aparat penegak hukum dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda Kepulauan Riau dan Kota Batam, dari ancaman peredaran narkotika.
“Saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi langkah luar biasa yang telah dilakukan oleh BNN bersama seluruh aparat yang terlibat dalam menggagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin ini. Ini bukan jumlah yang kecil dan tidak boleh dipandang sebelah mata. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa aparat hadir dan serius dalam memutus mata rantai peredaran narkotika,” ujar Abdul Halim.
Ia menilai, pengungkapan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat pengawasan terhadap jalur masuk narkotika, khususnya melalui wilayah perairan Kepulauan Riau yang memiliki posisi strategis dan berbatasan langsung dengan sejumlah negara.
Abdul Halim juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Kepala BNN beserta jajaran dan seluruh personel yang terlibat dalam operasi tersebut. Ia berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi aparat untuk terus melakukan tindakan preventif maupun penindakan secara tegas terhadap jaringan narkotika.
“Kami mengapresiasi dan mendukung penuh langkah Kepala BNN beserta jajaran dalam operasi ini. Ini merupakan bentuk nyata keberanian dan keseriusan negara dalam menyelamatkan generasi muda. Kami berharap operasi seperti ini terus diperkuat dan dilakukan secara berkelanjutan,” katanya.
Lebih lanjut, Abdul Halim menegaskan bahwa pengungkapan penyelundupan ketamin tersebut seharusnya tidak berhenti pada penangkapan awak kapal atau pihak yang berada di lapangan. Menurutnya, aparat perlu mengembangkan penyidikan untuk mengungkap jaringan yang lebih besar di balik penyelundupan tersebut.
Ia mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut secara menyeluruh mulai dari pengendali, pemodal, pemasok, penerima, hingga pihak yang mengatur distribusi barang tersebut.
“Usut tuntas sampai ke akar-akarnya. Siapa yang memodali, siapa yang mengendalikan, dari mana asal barang tersebut, siapa penerimanya, serta ke mana barang itu akan didistribusikan. Jangan sampai yang ditangkap hanya pelaku di lapangan, sementara aktor utama dan jaringan besarnya masih bebas beroperasi,” tegasnya.
Abdul Halim juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya mahasiswa dan generasi muda di Kepulauan Riau, untuk tidak bersikap apatis terhadap persoalan narkotika.
Menurutnya, pemberantasan narkotika bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, aparat, mahasiswa, pemuda, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, keluarga, dan seluruh lapisan masyarakat.
“Kami sebagai mahasiswa dan generasi muda tentu memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga lingkungan dari ancaman narkotika. Jangan sampai narkotika merusak masa depan generasi muda Kepri dan Kota Batam. Kami mendukung langkah tegas BNN dan aparat penegak hukum untuk terus memberantas jaringan narkotika sampai ke akar-akarnya,” tutup Abdul Halim.(Munir)

Komentar