Anewspatron.com, Durai_Karimun - Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjung Kilang Kecamatan Durai, Kabupeten Karimun Provinsi Kepri, melaksanakan kegiatan rembuk stunting tingkat Desa dalam rangka mencegah dan penurunan stunting, Rabu (1/7/2026).

Rembuk stunting juga merupakan forum musyawarah desa yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) untuk membahas program pencegahan dan percepatan penurunan stunting.

Kegiatan rembuk stunting, yang digelar Pemdes Tanjung Kilang dihadiri, Camat Durai diwakili, Kasi Lingkungan Hidup, Hasnawati, yang sekaligus membuka kegiatan rembuk stunting.

Selain itu, hadir juga, Ketua BPD, Raja Saprizal, Ketua Tim PKK, Elvi Nurbaya, Babinsa Kecamatan Durai, Erdianto, Sekdes Tabz Tanjung Kilang, Haryanto, Pendaping Lokal Desa, Noryana, Farida sebagai Narasumber dari UPT Puskesmas Kecamatan Durai, RT/RW se desa Tanjung Kilang, dengan demikian kegiatan dihadiri sekitar 40 orang.

Dalam sambutannya, Sekdes Tanjung Kilang Haryanto, menyampaikan, rembuk stunting merupakan forum yang sangat penting untuk menyatukan komitmen dan langkah, dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di desa.

Menurutnya, permasalahan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, PKK, lembaga desa, dan seluruh masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Haryanto, juga  berharap agar dapat disepakati mengingat kegiatan yang di gelar merupakan Program Prioritas untuk mencapai Indonesia Emas 2045 mendatang.

Dengan demikian, Haryanto juga mengajak seluruh peserta yang hadir untuk memberikan masukan, saran, serta ide yang konstruktif, agar dapat menghasilkan keputusan terbaik, bagi kemajuan desa dan masa depan generasi kita, tuturnya.

Tak jauh beda yang disampaikan, Camat Durai, melalui Kasi Lingkungan Hidup, Hasnawati, menurutnya stunting merupakan tantangan bersama yang harus di tangani dengan serius dan berkelanjutan.

Pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, Puskesmas, PKK, kader Posyandu, hingga seluruh lapisan masyarakat.

Melalui forum Rembug Stunting ini, kami berharap seluruh peserta dapat bersama-sama mengidentifikasi permasalahan yang ada di desa, menetapkan prioritas penanganan, serta menyepakati program dan kegiatan yang akan dimasukkan ke dalam perencanaan pembangunan dan diharapkan upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan secara efektif dan tepat sasaran, ujarnya. (Majid)