ANEWSPATRON.COM, KARIMUN – Krisis kelistrikan yang tak kunjung usai di Tanjung Balai Karimun memicu dampak yang luar biasa. Warga sudah tidak tahan lagi menghadapi gelap dan panas yang melanda rumah mereka setiap hari. Akhirnya, banyak keluarga memilih langkah tak terduga: berbondong-bondong menginap di hotel dan penginapan demi sekadar bisa beristirahat dengan nyaman dan mendapatkan aliran listrik lancar.

Fenomena ini terjadi di tengah kekecewaan mendalam terhadap kinerja manajemen PLN ULP Tanjung Balai Karimun di bawah pimpinan Ahmad Subhan. Berbagai kalangan menilai pemadaman yang terus berulang tanpa solusi nyata adalah bukti nyata bahwa manajer yang bersangkutan tidak becus dan gagal mengelola sistem kelistrikan daerah.

Sejumlah warga mengakui sudah berhari-hari sejak mulai 20 juli 2026 tidak bisa tidur nyenyak di rumah. Tanpa pendingin ruangan atau kipas angin yang berfungsi, suhu rumah menjadi sangat gerah dan tidak sehat untuk keluarga.

"Sudah tidak ada harapan di rumah. Kami terpaksa keluar uang lebih untuk menginap di hotel. Di sini listrik aman, kami bisa tidur dan anak-anak bisa belajar dengan tenang," kami juga punya anak bayi ungkap salah seorang warga yang memilih mengungsi sementara.

Manajemen Dituduh Lemah dan Tidak Profesional kondisi ironi ini semakin menegaskan penilaian publik bahwa Ahmad Subhan tidak mampu memimpin. Alasan teknis yang terus diulang-ulang dinilai hanya sebagai tameng belaka tanpa ada perbaikan kualitas pelayanan yang berarti.

"Jika warga sampai harus menginap di hotel demi mendapatkan listrik, itu bukti kegagalan terbesar pimpinan PLN setempat. Artinya manajer tidak becus menjalankan tugasnya dan tidak mampu memberikan pelayanan dasar yang menjadi hak masyarakat," tegas M.ILHAM Ketua Frond pemuda Bugis Karimun(FPBK)

Desakan Pergantian Pimpinan situasi ini pun memicu tuntutan agar pimpinan PLN segera diganti. Warga merasa sangat dirugikan secara materi maupun kenyamanan hidup, dan menuntut pihak pusat ESDM serta BUMN untuk tidak menutup mata terhadap kelalaian yang terjadi.

Sampai berita ini diturunkan, hunian hotel di wilayah Tanjung Balai terlihat ramai didatangi warga lokal yang sudah putus asa menunggu perbaikan layanan listrik di kampung halaman mereka sendiri.(Redaksi Anp)