Anewspatron.com, Kuba_Karimun -Kondisi UPT Puskesmas Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, kian memperihatinkan dan beroperasi tanpa dokter, sudah hampir setahun, sehingga menjadi keluhan warga/masyarakat, namun sampai saat ini Bupati Karimun kenapa bungkam.

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Kundur Barat, seharusnya menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang menjadi tumpuan masyarakat Kecamatan Kundur Barat.

Ironisnya Puskesmas tersebut sudah hampir setahun beroperasi tanpa dokter, sehingga situasi tersebut semakin memperjelas bahwa layanan kesehatan di Kabupaten Karimun, masih jauh dari kata siap, apalagi tanggung jawab.

Dengan kejadian tersebut, banyak pihak yang berpendapat, bahwa ketiadaan dokter di Puskesmas Kundur Barat, merupakan penghianatan terhadap hak warga dan masyarakat, yang telah diamanatkan dalam konstitusi.

Oleh sebab itu, warga Kelurahan Sawang Kecamatan Kundur Barat, ramai-ramai datang ke Puskesmas untuk meminta penjelasan dari pihak Puskesmas, Kamis (2/4/2026).

Jumari alias Igut, yang merupakan tokoh Kelurahan Sawang, saat ditemui awak media ini sesuai menemui pihak Puskesmas, mengatakan.

Menurutnya, sudah hampir setahun, pelayanan di Puskesmas Kuba tidak maksimal dan tanpa adanya dokter.


Ironisnya lagi kalau kita mau membuat surat rujukan kita harus membuat di UPT Puskesmas Tanjung Batu ataupun di UPT Puskesmas Kecamatan Kundur Utara, hal tersebut menjadi keluhan warga.

Dikatakan Jumari, keberadaan tenaga kesehatan termasuk.dokter, bukanlah pilihan, melainkan kewajiban yang dengan tegas diatur dalam Undang-undang nomor 17 tahun 2023 tentang kesehatan.

Sementara pada pasal 28 dan pasal 30 Undang-undang tersebut ditegaskan bahwa, pemerintah pusat maupun Pemerintah Daerah wajib menyediakan akses pelayanan kesehatan primer yang lengkap, termasuk tenaga medis yang kompeten di Puskesmas.

Ketentuan tersebut juga diperjelas dalam PP nomor 28 tahun 2024, yang menempatkan Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di wilayah seperti Kecamatan.

Sehingga Jumari, sebagai tokoh masyarakat kelurahan Sawang berpendapat, bahwa Puskesmas tanpa dokter di Kundur Barat,  merupakan bentuk nyata dari kegagalan, Ing Iskandarsyah selaku Bupati Karimun, dalam melaksanakan, amat Undang-undang.

Sejak terbentuknya Kabupaten Karimun bari kali ini, urusan kesehatan masyarakat  terabaikan, dan terkesan jauh dari harapan.

Ditambahkan Jumari, yang sangat mengecewakan, dirinya dan masyarakat ramai-ramai, mendatangi Kantor Camat untuk meminta pendapat dan bertukar pikiran,  dengan Yusufian, selaku Camat Kundur Barat.

Namun kehadirannya tidak mendapat respon dari Camat Kundur Barat, dengan dalih  Camat lagi ada urusan di Kabupaten Karimun, padahal Camat keti itu, diketahui sedang berada salah satu warung kopi, tutur Jumari dengan nada kesal. (Majid)